CIUMAN “KUDUS”—APA ARTINYA SEBENARNYA
Scripture
Salam satu sama lain dengan ciuman kudus. Gereja-gereja Kristus memberi salam kepadamu (Roma 16:16).
Devotional
Ketika Rasul Paulus menulis, “Salam satu sama lain dengan ciuman kudus,” dia tidak memperkenalkan sebuah ritual; dia sedang membahas ketulusan hubungan di antara umat Tuhan. Untuk memahami ini, Anda harus melihat melampaui permukaan. Pada masa itu, ciuman adalah bentuk sapaan yang umum. Namun Paulus menambahkan kualifikasi—“kudus.” Itu karena tidak setiap ungkapan kasih sayang adalah tulus.
Tuhan Yesus sendiri menyoroti hal ini ketika Yudas datang untuk mengkhianati-Nya. Alkitab mengatakan, “Dan segera ia datang kepada Yesus, dan berkata, Salam, Guru; dan menciumnya. Dan Yesus berkata kepadanya, Teman, untuk apa engkau datang? Lalu mereka datang, dan menangkap Yesus” (Matius 26:49-50). Ciuman Yudas tidak tulus. Itu menyembunyikan pengkhianatan. Bacalah catatan Lukas: “Dan sementara Ia masih berbicara, tampaklah orang banyak, dan dia yang disebut Yudas, salah satu dari dua belas murid, berjalan di depan mereka, dan mendekati Yesus untuk menciumnya. Tetapi Yesus berkata kepadanya, Yudas, engkau mengkhianati Anak Manusia dengan ciuman?” (Lukas 22:47-48).
Inilah konteks untuk instruksi Paulus. Dia menekankan ketulusan, kasih tanpa kepura-puraan, dalam ungkapan kasih sayang. Berhubungan satu sama lain dengan tulus. Ungkapkan kasih Kristus dengan tulus dan hangat. Ungkapkan kasih sayang yang tulus.
Confession
Alkitab berkata, “biarlah kasih itu tidak pura-pura...” (Roma 12:9). Biarlah kasihmu tidak memiliki niat tersembunyi. Ini melampaui gerakan fisik. Ini berbicara tentang seluruh perilakumu—bagaimana kamu menyapa, bagaimana kamu berhubungan, bagaimana kamu merespons orang lain dalam tubuh Kristus; tidak boleh ada kemunafikan. Sebagai umat Tuhan, kamu dipanggil untuk hidup dan berhubungan dengan standar yang lebih tinggi, bukan yang dibentuk oleh kecurigaan atau kepalsuan tetapi oleh ketulusan dan kebenaran. Kamu tidak mengatakan satu hal dan bermaksud yang lain. Kamu tidak bertindak satu cara dan berpikir yang lain. Hidupmu harus konsisten; hatimu, kata-katamu, dan tindakanmu harus selaras. Juga, kamu harus menggunakan kebijaksanaan. Waktu telah berubah, dan ungkapan dapat berbeda di berbagai budaya. Yang penting bukan bentuknya tetapi roh di baliknya, yaitu kasih yang tulus, yang diungkapkan dengan kemurnian dan kebijaksanaan. Jadi, ketika kamu menunjukkan kasih dan kasih sayang kepada orang lain, biarlah itu nyata. Biarlah itu benar. Biarlah itu mencerminkan kasih Kristus di hatimu. Itulah yang membuatnya kudus.
Prayer
Bapa yang terkasih, aku berterima kasih atas kasih Kristus di hatiku. Aku berjalan dalam ketulusan, kebenaran, dan kasih sayang yang tulus terhadap orang lain. Kata-kata dan tindakanku konsisten, mencerminkan sifat Tuhan dalam diriku. Aku mengungkapkan kasih ilahi dengan kemurnian dan kebijaksanaan, dalam Nama Yesus. Amin.
Salvation Prayer
Ya Tuhan Allah, saya percaya dengan segenap hati saya kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup. Saya percaya Dia mati untuk saya dan Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Saya percaya Dia hidup hari ini.
Saya mengaku dengan mulut saya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dalam hidup saya mulai hari ini. Melalui Dia dan dalam Nama-Nya, saya memiliki hidup yang kekal; saya dilahirkan kembali.
Terima kasih Tuhan, karena menyelamatkan jiwaku! Sekarang saya adalah anak Allah. Haleluya!