Skip to main content
LATIH JIWAMU UNTUK MENGIKUTI ROHMU

LATIH JIWAMU UNTUK MENGIKUTI ROHMU

Scripture

Dan janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu... (Roma 12:2).

Devotional

Ketika Paulus berkata dalam Roma 1:9, "Karena Allah adalah saksiku, yang kulayani dengan rohku dalam Injil Anak-Nya...," dia mengungkapkan sesuatu yang mendalam: kita melayani Allah dengan roh kita. Namun, ada bagian penting lain dari keberadaanmu—jiwamu, arena pikiran, kehendak, dan emosimu. Pikiranmu seharusnya tidak menguasaimu. Emosimu seharusnya tidak menguasaimu. Kehendakmu seharusnya tidak menguasaimu. Sebaliknya, mereka harus berada di bawah pengaruh Roh Kudus dan dibawa ke dalam ketundukan.

Dalam bait suci Perjanjian Lama, jiwa berhubungan dengan tempat kudus, di mana para imam melayani. Dan apa tanggung jawab utama mereka? Mengajar. Para imam adalah penjaga dan pengajar hukum. Ini menunjukkan bahwa jiwamu harus diajarkan. Pikiranmu harus dilatih dengan Firman. Emosimu harus diatur oleh Firman. Kehendakmu harus didisiplinkan oleh Firman.

Ada kalanya kamu mungkin berkata, "Inilah yang ingin kulakukan; inilah yang telah kuputuskan." Tetapi kemudian Firman menunjukkan sesuatu yang berbeda. Pada saat itu, kehendakmu harus menyerah. Kamu berkata, "Bukan kehendakku tetapi kehendak Allah; bukan jalanku tetapi jalan Allah."

Hal yang sama berlaku untuk emosimu. Kamu mungkin merasa condong ke arah tertentu tetapi ketika Firman mengungkapkan sebaliknya, kamu berhenti. Kamu membiarkan Firman mendominasi emosimu. Begitulah caranya jiwamu dikendalikan.

Sekarang, di tempat kudus, ada tiga elemen penting: kaki dian, meja roti sajian, dan mezbah dupa. Kaki dian memberikan cahaya; itulah pencerahan Firman dalam hidupmu. Meja roti sajian menyediakan makanan; itulah Firman yang memberi makan rohmu. Dan mezbah dupa mewakili doa—komunikasimu dengan Allah.

Apakah kamu melihat hubungannya? Saat kamu mempelajari Firman, cahaya datang, dan rohmu diberi makan. Kemudian, dari situ, kamu terdorong untuk berdoa, dan doamu naik seperti dupa di hadapan Allah. Jadi, dua kekuatan terus bekerja dalam jiwamu: Firman dan doa.

Semakin banyak kamu menerima Firman, semakin kamu terdorong untuk berdoa; dan semakin banyak kamu berdoa, semakin peka kamu terhadap Firman. Begitulah caranya jiwamu dilatih. Dengan menjaganya di bawah pengaruh Firman. Dengan memastikan bahwa pemikiran, pilihan, dan responsmu selaras dengan kehendak Allah. Inilah kedewasaan—di mana rohmu memimpin, dan jiwamu mengikuti.

Confession

Ya Tuhan Allah, aku percaya dengan segenap hatiku kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup. Aku percaya Dia mati untukku dan Allah membangkitkan Dia dari kematian. Aku percaya Dia hidup hari ini. Aku mengaku dengan mulutku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas hidupku mulai hari ini. Melalui Dia dan dalam Nama-Nya, aku memiliki hidup yang kekal; aku

Salvation Prayer

Ya Tuhan Allah, saya percaya dengan segenap hati saya kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup. Saya percaya Dia mati untuk saya dan Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Saya percaya Dia hidup hari ini.

Saya mengaku dengan mulut saya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dalam hidup saya mulai hari ini. Melalui Dia dan dalam Nama-Nya, saya memiliki hidup yang kekal; saya dilahirkan kembali.

Terima kasih Tuhan, karena menyelamatkan jiwaku! Sekarang saya adalah anak Allah. Haleluya!

Follow Us