Skip to main content
JANGAN MEMOHON KEPADA TUHAN DALAM DOA

JANGAN MEMOHON KEPADA TUHAN DALAM DOA

Scripture

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “Ya Abba, ya Bapa!” (Roma 8:15).

Devotional

Pemahaman dan pandangan Anda tentang Tuhan, hubungan Anda dengan-Nya, pasti akan menentukan bagaimana Anda berdoa. Ketika pemahaman Anda benar, kehidupan doa Anda akan dipenuhi dengan keyakinan, keberanian, dan kepastian. Tetapi ketika itu menyimpang, doa bisa menjadi perjuangan, dipenuhi dengan ketidakpastian, permohonan, dan perasaan tidak memadai.

Jangan pernah mendekati Tuhan seolah-olah Anda adalah orang asing yang mencoba menarik perhatian-Nya. Dia adalah Bapa Anda. Anak-anak seperti apa yang menyenangkan seorang ayah? Bukan mereka yang datang menangis dan memohon untuk segala sesuatu seolah-olah mereka tidak memiliki tempat di rumah. Berhubunganlah dengan Tuhan sebagai Bapa surgawi yang penuh kasih, pengasih, dan peduli yang mencari yang terbaik untuk Anda lebih dari yang pernah Anda bayangkan atau inginkan untuk diri Anda sendiri.

Itulah kebenarannya. Dia mencintai Anda lebih dari Anda mencintai diri sendiri. Oleh karena itu, pahamilah tempat Anda di dalam Dia dan dengan Dia. Dia berkata dalam Ibrani 4:16, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Betapa undangan yang luar biasa! Dia ingin Anda selalu mendekati-Nya dengan keyakinan, mengetahui bahwa Dia senang dengan Anda.

Alkitab mengatakan mata Tuhan tertuju kepada orang benar dan telinga-Nya terbuka terhadap doa mereka (Mazmur 34:15). Dia senang dengan Anda untuk berbuat baik kepada Anda. Dia setiap hari melimpahi Anda dengan manfaat (Mazmur 68:19). Haleluya! Dalam Kristus Yesus, Anda memiliki akses langsung kepada Bapa. Anda memiliki akses yang tidak terhalang dan tidak terbatas; gunakanlah: “Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya” (Efesus 3:12).

Bacalah kembali ayat pembuka kita; mentalitas perbudakan telah diambil. Sebaliknya, Anda telah dibawa ke dalam status anak. Ketika Anda memohon, Anda tidak mengekspresikan kerendahan hati tetapi kurangnya pemahaman tentang siapa Anda. Tuhan tidak merespon mentalitas itu. Yang Dia kenali adalah kesadaran akan status anak, keyakinan yang datang dari mengenal-Nya sebagai Bapa Anda dan berfungsi dari perspektif itu. Puji Tuhan.

Confession

Saya berjalan dalam kesadaran akan kesatuan saya dengan-Mu, dan dalam kepenuhan warisan saya di dalam Kristus, dalam Nama Yesus. Amin.

Prayer

Bapa yang terkasih, saya berterima kasih untuk Roh adopsi dalam diri saya yang membuat saya berhubungan dengan-Mu sebagai Bapa saya. Saya hidup dengan keberanian dan keyakinan, mengetahui bahwa saya milik-Mu dan bahwa segala sesuatu adalah milik saya di dalam Kristus.

Salvation Prayer

Ya Tuhan Allah, saya percaya dengan segenap hati saya kepada Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup. Saya percaya Dia mati untuk saya dan Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Saya percaya Dia hidup hari ini.

Saya mengaku dengan mulut saya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dalam hidup saya mulai hari ini. Melalui Dia dan dalam Nama-Nya, saya memiliki hidup yang kekal; saya dilahirkan kembali.

Terima kasih Tuhan, karena menyelamatkan jiwaku! Sekarang saya adalah anak Allah. Haleluya!

Follow Us

Follow Us